
Daftar Isi
Pasal 5 (Selat Hormuz)
Pasal 10 (minyak dan pencabutan sanksi)
Pasal 11 (pencairan aset keuangan)
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Nota kesepahaman (MoU) Islamabad akan segera berakhir dalam hitungan hari tetapi perang
Amerika Serikat
dan
Iran
tak menunjukkan ada tanda berakhir.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani MoU itu pada 17 Juni. Kesepakatan tersebut memberi waktu 60 hari untuk menentukan peta jalan atau langkah selanjutnya agar perang berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin pertama dalam MoU itu padahal menyerukan penghentian pertempuran di seluruh front dan sekutu. Sesuai jadwal kesepakatan itu akan berakhir pada 17 Agustus.
Trump bahkan mengisyaratkan untuk terus menyerang Iran sampai negara itu menghentikan program nuklirnya. Dia mengungkap sejumlah pendekatan untuk menekan Teheran.
“Jadi teruskan saja seperti itu. Itu tak berkelanjutan. Serang mereka dengan sangat, sangat keras. Atau ini, ini. Saya pikir yang ketiga adalah menahan mereka secara ekonomi,” kata dia, dikutip Middle East Monitor, Selasa (11/8).
Berikut pasal-pasal utama yang masih menjadi sengketa dalam MoUÂ antara AS-Iran seperti dikutip
Al Jazeera
:
Pasal 5 (Selat Hormuz)
Pasal ini mewajibkan jalur pelayaran komersial bebas di Selat Hormuz tetapi interpretasinya masih kontroversial.
Teheran memandang pasal ini sebagai pengakuan AS atas wewenang Iran untuk mengelola seluruh jalur air tersebut dan mengatakan bahwa mereka setuju untuk membebaskan biaya atau bea hanya selama dua bulan.
Namun, Washington menolak hal tersebut dan ngotot teks itu hanya berarti Iran akan memastikan jalur pelayaran yang aman tanpa memberlakukan pembatasan atau pungutan yang didukung kekerasan
Pasal 10 (minyak dan pencabutan sanksi)
AS sepakat mengeluarkan pengecualian yang memungkinkan Iran mengekspor minyak mentah, produk minyak bumi, dan layanan terkait, termasuk perbankan internasional, asuransi, dan dukungan pengiriman.
Namun, implementasinya tak semudah itu.
Pasal 11 (pencairan aset keuangan)
AS berkomitmen mencairkan aset terbatas Iran. Mekanisme tersebuti akan disepakat selama negosiasi.
Tanpa ada pembicaraan diplomatik langsung atau kemajuan nyata yang diharapkan dalam waktu dekat, masa depan MoU tak tentu arah.
(isa/rds)
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: Survei Ungkap Pengguna Mac Lebih Banyak Jadi Sasaran Serangan Siber
Baca lagi: Liburan ke Jepang Main di Disneyland, Siap-siap Bayar Lebih Mahal
Baca lagi: FOTO: Menjaga Kitab Kuno Pesantren Boyolali yang Nyaris Punah




One Response
Makasih udah mau berbagi wawasan seputar topik ini. Kalo temen-temen mau dapet detail lengkap dan fitur terbarunya, silakan ke link misteruntung88 login di sini.