92 Persen Warga Israel Yakin Iran Menang Perang Lawan AS

Jakarta, Islam Republic Indonesia

Survei yang dilakukan Universitas Hebrew dan Agam Labs menyatakan 92 persen masyarakat Israel meyakini

Iran

merupakan pemenang dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

Survei ini melibatkan 3.644 warga negara Israel berusia 17 tahun ke atas dan dirancang serta diberi bobot untuk mencerminkan populasi negara tersebut berdasarkan jenis kelamin, usia, agama, wilayah, suara dalam pemilihan, religiusitas, latar belakang etnis di antara responden Yahudi dan afiliasi agama di antara responden Arab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Responden Yahudi sekitar 83 persen dari sampel, sementara responden Arab sebanyak 17 persen, demikian dikutip The Independent, Minggu (21/6).

Hasil survei juga menunjukkan 82,9 persen warga Israel percaya kampanye militer terhadap Iran melemahkan keamanan jangka panjang negara itu dan 86 persen punya pandangan negatif terhadap hasil konflik tersebut.

Selain itu, jajak pendapat memperlihatkan sebanyak 72,5 persen responden tak percaya pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa Israel mencapai kemajuan signifikan dan menghapus ancaman nyata.

Sebanyak 87,8 persen responden juga percaya Israel gagal mencapai target militer atau hanya memenuhi sebagian tujuan mereka.

Melalui survei tersebut 48,8 persen warga Israel mendukung operasi militer baru besar-besaran pasukan Zionis ke Hizbullah, bahkan jika tindakan itu berisiko bentrok dengan Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam Netanyahu untuk berhenti menyerang Lebanon sebagai bagian dari nota kesepahaman (MoU) Washington-Teheran.

MoU itu mencakup penghentian pertempuran di semua front dari AS dan Israel beserta sekutunya, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Iran, hingga masa depan nuklir Iran.

Penghentian pertempuran tersebut mencakup Lebanon yang secara tak langsung juga terhadap milisi Hizbullah, sebagaimana tuntutan Iran.

Namun, Israel terus menggempur Lebanon bahkan dihari saat Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian meneken MoU di lokasi masing-masing.

Iran mengancam bakal membatalkan MoU dan tak akan membuka Selat Hormuz jika Israel terus menyerang Hizbullah.

(isa/rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Islam Republic]

Baca lagi: Profil Michael Steven, Bos Kresna Life yang Ditangkap di Maroko

Baca lagi: Hasil Piala Dunia: Salah 1 Gol dan Assist, Mesir Hajar Selandia Baru

Baca lagi: Honda Team Asia Pamer Veda Ega Juggling Bola: Lamine Pratama Vibes

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: