
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Komando Pusat
Amerika Serikat
(US Centcom) memastikan mengakhiri serangan ke sejumlah target utama di
Iran
.
Centcom menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang milik sekutu AS di dekat Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menargetkan 80 fasilitas militer Iran, AS mengeklaim berhasil menghancurkan 60 lebih kapal-kapal kecil Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Diantara fasilitas militer Iran yang ditargetkan AS antara lain sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, serta kemampuan rudal anti-kapal, dikutip dari
CNBC
.
Centcom sebelumnya menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan “memberikan hukuman berat atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal-kapal komersial yang diawaki oleh warga sipil tak berdosa di jalur perairan internasional.”
“Serangan AS ini sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi Iran yang ditunjukkan tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata,” demikian keterangan Centcom.
Serangan terbaru AS dan Iran ini mengancam akan menyulut kembali konflik di kawasan tersebut, dan dapat memicu skenario terburuk Selat Hormuz akan kembali tertutup. Harga minyak naik drastis selama konflik AS-Iran, memicu inflasi di seluruh dunia.
Iran sebelumnya diklaim menyerang kapal-kapal dagang dari negara sekutu AS di dekat Selat Hormuz pada Selasa (7/7). Serangan tersebut kemudian direspons AS dengan melancarkan serangan besar-besaran di area-area penting militer Iran di sekitar Selat Hormuz.
AS mengeklaim berhasil menargetkan 80 titik yang merupakan fasilitas militer Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukan angkatan laut dan udaranya telah melancarkan operasi gabungan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi di “fasilitas militer penting milik Amerika Serikat” di Timur Tengah.
Rentetan serangan gabungan ini merupakan balasan atas serangan udara terbaru AS ke sejumlah wilayah di selatan Iran dekat Selat Hormuz pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.
Dikutip
Al Jazeera
, IRGC mengatakan serangan tersebut menghantam pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.
Dalam keterangan terpisah, militer Kuwait mengumumkan sedang merespons “serangan rudal dan drone musuh”. Kuwait mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: Red Bull Racing Luncurkan Livery Baru untuk F1 2026
Baca lagi: Mobilitas Hemat dan Aman dengan Promo BRI Kartu Kredit di MyBluebird
Baca lagi: Dondurma, Es Krim Turki Berbahan Umbi Anggrek Liar yang Terancam Punah




5 Responses
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://kldp.org/comment/254329 juga mengulas hal serupa.
genting138 situs terbaik untuk slot depo 5000 langsung cobain depo 5000terpercaya di genting138 login
Pembahasannya runtut sehingga mudah dipahami oleh pembaca baru. Referensi tambahan yang saya gunakan berasal dari https://www.otago.ac.nz/neuroendocrinology/research/rosie-brown.
Ini adalah manifestasi konkret dari sebuah karya literasi yang menempatkan objektivitas murni di atas viralitas konten. https://hyperorg.com/2004/05/27/sudan-blog/
Penulis sukses mengomunikasikan gagasan kompleks dengan transparansi data yang akurat dan patut dihormati. https://crookedtimber.org/page/762/?p=zarrubyb