
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Rezim
Israel
tercatat sudah membunuh 21 ribu anak-anak Jalur Gaza,
Palestina
, selama 1.000 hari agresi militer.
Laporan terbaru dari organisasi Save the Children menyebutkan total 21.000 anak-anak terbunuh selama agresi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah warga termasuk di Amerika Serikat bahkan menjuluki Israel sebagai rezim pembunuh bayi-bayi karena kekejian mereka.
Menandai hari ke-1.000 perang, lembaga internasional perlindungan anak tersebut mengatakan anak-anak terus bermimpi tentang perdamaian meskipun kehilangan rumah, sekolah, dan rasa aman mereka.
“Setiap hari selama 1.000 hari terakhir, dunia telah mengecewakan satu juta anak di Gaza karena tidak campur tangan untuk menghentikan pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak-anak,” kata Direktur Regional Save the Children untuk Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Timur, Ahmad Ahendawi, dikutip dari
Middle East Monitor
.
Save the Children membeberkan setidaknya 21.000 anak telah dipastikan tewas selama perang, meskipun jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena banyak yang masih terkubur di bawah reruntuhan.
Dikatakan lebih dari 800.000 anak, sekitar 80 persen dari populasi anak-anak Gaza, telah mengungsi, sementara 625.000 anak usia sekolah di Gaza telah kehilangan tiga tahun pendidikan formal.
Anak-anak Gaza yang menuturkan kepahitan hidup mereka kepada Save the Children menggambarkan hidup dalam ketakutan yang terus-menerus sambil tetap berharap pada masa depan yang lebih baik.
Label pembunuh bayi
Label buruk Israel sebagai rezim pembunuh para bayi pun semakin kuat di dunia. Di AS yang bahkan terdapat banyak warga Israel, mereka mulai dimusuhi warga AS lainnya dan dijuluki sebagai pembunuh bayi.
Salah satu kasus adalah kasus penghinaan terhadap dua turis asal Israel di California. Pasangan pelancong tersebut langsung diteriaki warga AS sebagai “pembunuh bayi.”
Keributan tersebut diduga terjadi pada Mei di Oceanpoint Ranch di Cambria, California, demikian konfirmasi juru bicara hotel kepada
The New York Post
.
Pegawai hotel memusuhi dua turis asal Israel karena genosida yang dilakukan Zionis di Gaza, melalui rekaman video yang beredar di media sosial.
“Yang saya katakan hanyalah Palestina merdeka,” kata karyawan itu di awal video, yang tidak menunjukkan interaksi awal antara pekerja dan tamu.
Wanita itu merespons dengan mengatakan kepada karyawan itu bahwa ia harus “benar-benar objektif” terhadap tamu hotel dan bahwa ia “seharusnya malu pada dirinya sendiri.”
Karyawan hotel itu kemudian mulai melontarkan serangkaian pertanyaan termasuk “Apakah Anda seorang Zionis?” “Apakah Anda seorang pembunuh bayi?” dan “Apakah Anda pernah bertugas di IDF?”
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: Federasi Iran Minta AS Dilarang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi
Baca lagi: 3 Manfaat Alpukat untuk Gula Darah, Asupan Ramah Diabetes
Baca lagi: Jerman Tuduh Eks Perwira Ukraina Dalangi Ledakan Pipa Gas Nord Stream




6 Responses
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://www.buzzbii.com/epicureannycom/followers dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://dreevoo.com/profile_info.php?pid=743056%C2%A0 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://www.openrec.tv/user/cmaj9gqqd1s0m9smh126/about ini juga sangat direkomendasikan.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://www.wamc.org/thank-you-june-2015-fund-drive di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula https://www.speedrun.com/users/epicureannycom/about yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://wakelet.com/@epicureannycom yang membahas isu terkait secara ekstensif.