
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Mantan Kepala Angkatan Darat
Israel
Gadi Eisenkot mulai meluncurkan kampanye untuk melengserkan Perdana Menteri
Benjamin Netanyahu
jelang pemilihan umum.
Empat bulan sebelum pemilihan digelar, Eisenkot memulai kampanye yang tendensius dan berupaya menggeser posisi Netanyahu.
“Israel membuka babak baru. Kita akan menulisnya bersama,” kata Eisenkot saat kampanye, Selasa (30/6), dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Demi masa depan Israel, kita harus memastikan bahwa Oktober mendatang, pemerintahan ‘7 Oktober’ mengakhiri perannya dalam sejarah,” imbuh dia merujuk ke pemerintahan Netanyahu.
Tujuh Oktober, bagi warga Israel, merupakan insiden serangan dadakan Hamas yang gagal dicegah pemerintah. Netanyahu membalasnya dengan meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina, dan membuat Timur Tengah membara.
Eisenkot mengatakan Israel perlu menulis ulang sejarah dengan lebih baik. Dia juga yakin, di bawah kepemimpinannya nanti, negara ini akan menang melawan musuh-musuhnya.
Israel, kata dia, juga membutuhkan kepemimpinan yang jujur dan bermartabat, yang bisa menjadi wadah bagi warganya, dan menjadi tempat yang aman untuk anak-cucu di masa depan.
“Kami akan mengganti kepemimpinan yang tanpa visi dan strategi, yang membawa negara ini menuju kehilangan arah,” ujar Eisenkot.
Eisenkot dan partainya Yashar menuai popularitas berkat kritik tajam dia ke Netanyahu terutama soal kebijakan terkait Jalur Gaza.
Jajak pendapat di Chanel 12 pekan ini memperkirakan Yashar akan meraih 22 dari 120 kursi parlemen, terbanyak kedua setelah partai Netanyahu Likud dengan 24 kursi.
Nama Eisenkot mulai dikenal publik Israel usai anaknya Gal dan dua keponakannya tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza.
Meski saat ini menjadi pengkritik, Eisenkot pernah menjadi anak buah Netanyahu. Dia tercatat sempat duduk di kursi kabinet perang pada Oktober 2024 hingga mengundurkan diri pada Juni 2024.
Israel akan menggelar pemilu pada 27 Oktober mendatang. Beberapa bulan jelang kontestasi itu, desakan agar Netanyahu mundur terus menggema.
Sejumlah jajak pendapat juga melaporkan popularitas atau dukungan terhadap Netanyahu menurun, dia tak lagi ada di posisi atas.
(isa/dna)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: Xanh SM Resmi Luncurkan Taksi Listrik di Indonesia
Baca lagi: Dilema Pajak JHT: Haruskah Tabungan Hari Tua Tetap Dipotong Pajak?




5 Responses
Dari respon nya sudah sangat baik , semua terselesaikan yang selama ini masih belum tau dan hanya disinihttps://www.kufirst.center.ku.ac.th/9823-2/ dan kedua ini pun sama sama bermanfaat.
Terima kasih atas informasi terbaru yang dibagikan hari ini. http://ayf.nativeweb.org/ayfltxt.htm
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://absurdy.panoptykon.org/comment/50828 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://www.fastcompany.com/3040852/how-a-single-building-covered-in-eye-popping-street-art-explains-new-orleans juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1297 bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.