Gertak Trump, Iran ‘Takut-takuti’ AS Buka Peluang Bikin Senjata Nuklir

Daftar Isi

Jakarta, Islam Republic Indonesia

—

Iran

membuka peluang memproduksi senjata nuklir dan menarik diri dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) usai konflik dengan Amerika Serikat kian memanas.

Juru bicara dewan pimpinan parlemen Iran, Abbas Goudarzi, mengatakan Teheran bisa dengan mudah merevisi doktrin nuklir mereka, seiring mandeknya perundingan damai dengan Washington.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Goudarzi, AS dan sekutu berupaya memaksa Iran untuk menyerah. Oleh sebab itu, Iran perlu menghadapi AS dengan “bahasa kekerasan dan logika kekuasaan”.

“NPT dan peninjauan kembali doktrin nuklir adalah hal yang sepenuhnya dapat dicapai dan mudah dilakukan,” ujarnya, seperti dikutip

Middle East Monitor.

Pernyataan Goudarzi dilontarkan saat AS dan Iran kembali panas dalam beberapa waktu terakhir.

Iran mengeklaim menyerang kapal perang AS serta pangkalan militer AS di Yordania, yang kemudian dibalas AS dengan menyerang kapal-kapal tanker Iran.

AS dan Iran terikat dalam NPT usai kedua negara masing-masih meratifikasi perjanjian tersebut pada 1969 dan 1970.

Berdasarkan perjanjian, Iran merupakan negara tanpa senjata nuklir, sedangkan AS salah satu negara pemilik senjata nuklir.

Perjanjian ini dibuat untuk mencegah senjata nuklir diproduksi dan digunakan secara sewenang-wenang oleh suatu negara.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (12/9) sempat menegaskan bahwa negaranya tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir karena berkomitmen untuk patuh pada NPT.

(blq/rds)

Baca lagi: XLSmart Buka-bukaan Soal Isu Kuota Internet Hangus, Tak Semua Rollover

Baca lagi: Tim SAR Gabungan Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Baca lagi: Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

8 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: