Iran Klaim 2 Pangkalan Militer Kena Serang Lagi, AS Bantah Jadi Dalang

Jakarta, Islam Republic Indonesia

Iran

mengklaim dua fasilitas militernya di dua kota berbeda menjadi sasaran beberapa serangan pada Kamis (9/7) malam.

Serangan ini berlangsung kala Iran kembali menghadapi rentetan serangan terbaru Amerika Serikat sejak dua hari terakhir di saat Teheran dan Washington masih gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Wakil Gubernur Provinsi Bushehr Bidang Politik dan Keamanan, Ehsan Jahanian, kantor berita pemerintah Iran

IRNA

melaporkan sebuah fasilitas militer di dekat Kota Bushehr dihantam “proyektil musuh AS-Israel”.

Laporan tersebut tidak merinci tingkat kerusakan maupun jumlah korban.

Gempuran terbaru ini menyasar wilayah yang makin dekat dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Iran yang berada di pinggiran Kota Bushehr.

Sementara itu, dikutip

Islam Republic

, di sisi lain, stasiun televisi pemerintah Iran

IRIB

melaporkan sebuah zona militer angkatan laut di Kota Konarak, Iran selatan, ikut “diserang oleh jet tempur musuh dalam dua gelombang” pada Kamis malam.

IRIB

mengutip Bupati Konarak, Mohammad Younes Haqani, menuturkan tim penyelamat dan aparat keamanan telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

Belum jelas ada korban jiwa atau tidak imbas insiden ini.

Konarak merupakan kota pelabuhan strategis di pesisir Makran, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran, yang terletak di pantai barat Teluk Oman.

Sementara itu, Kota Bushehr berada di provinsi pesisir Bushehr di bagian selatan Iran.

Dalam kesempatan terpisah, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada

Islam Republic

bahwa militer AS saat ini tidak sedang melancarkan serangan.

Namun,tak lama serangan terbaru ke Iran ini berlangsung, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan perang melawan Iran belum selesai. Ia bahkan memamerkan bahwa Iran sedang berada di titik terlemahnya setelah digempur dua perang oleh Israel.

“Poros Iran kini berada pada titik terlemahnya, sementara Israel berada pada titik terkuatnya,” ujarnya.

“Kami telah membuktikan bahwa jangkauan panjang Angkatan Udara Israel mampu menjangkau wilayah mana pun, mulai dari Yaman hingga Iran. Namun, kami juga harus mengakui bahwa operasi ini belum berakhir,” papar sang PM menambahkan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga menyatakan negaranya siap melanjutkan perang terhadap Iran menyusul serangan terbaru AS ke negara tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Katz menuturkan Israel bahkan akan melanjutkan perang melawan Iran “dengan kekuatan yang lebih besar lagi” jika diperlukan.

“Militer telah siap dan berada dalam kondisi siaga untuk melanjutkan pertempuran, guna kembali merebut keunggulan udara dan melancarkan serangan lagi… ke Iran, demi menghilangkan berbagai ancaman, bahkan untuk ketiga kalinya jika diperlukan,” kata Katz dalam sebuah upacara militer pada Kamis (9/7) seperti dikutip

AFP

.

“Jika kami harus kembali, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, para pejabat Israel berdalih menyatakan mereka “tidak mengetahui adanya keterlibatan Israel dalam serangan di Iran saat ini.”

selama ini Israel memang tidak mendukung AS untuk rujuk dengan Iran, apalagi meneken MoU mengakhiri perang. Selama AS-Iran berupaya berunding, Israel kerap kali melakukan hal-hal yang dapat merusak upaya negosiasi.

Salah satunya yakni melancarkan serangan ke Lebanon selatan yang dikuasai milisi Hizbullah, sekutu Iran.

Di sisi lain, gencatan senjata Israel dan Hizbullah di Lebanon masuk dalam syarat perundingan AS-Iran agar bisa berjalan.

(rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Islam Republic]

Baca lagi: BRI Kartu Kredit Beri Diskon 50% Tiket Kereta dan Whoosh via Traveloka

Baca lagi: Said Cermati Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 dalam PEM PPKF 2027

Baca lagi: Waspada Firmware Router Kena Serangan Siber, Bisa Berujung Bobol Akun

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: