
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Korps Garda Revolusi Islam
Iran
(
IRGC
) menyatakan dua kapal tanker minyak telah menjadi target serangan mereka setelah diduga mencoba melakukan pelayaran tanpa izin di
Selat Hormuz
.
Menurut IRGC, tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penegakan pembatasan lalu lintas maritim di kawasan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada informasi mengenai identitas kedua kapal tanker. Belum ada pula informasi mengenai kerusakan dan korban jiwa.
Pengumuman serangan ini disampaikan hanya beberapa jam setelah Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya Iran menyatakan menutup kembali sepenuhnya Selat Hormuz.
Al Anbiya menegaskan penutupan dilakukan karena Amerika Serikat (AS) menyerang sejumlah wilayah di provinsi selatan Hormozgan.
“Selat Hormuz dengan ini ditutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial. Setiap kapal yang mencoba melintasi selat akan menjadi sasaran,” demikian pernyataan Al Anbiya.
(blq/dna)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Sinopsis Backrooms, Teror Ruang Tak Berujung
Baca lagi: Sony Sonjaya Ungkap 26 Nama Terlibat Dugaan Korupsi MBG
Baca lagi: 8.617 Titik Dapur MBG Bakal Ditata Ulang karena di Luar Skema 3T



