Keluarga Netanyahu Tuntut Sumpah Setia Semua Staf Kantor PM, Ada Apa?

Jakarta, Islam Republic Indonesia

Keluarga

Benjamin Netanyahu

menuntut seluruh staff perdana menteri

Israel

untuk menandatangani sumpah setia.

Hal itu disampaikan mantan kepala staf Perdana Menteri Benjamin Netanyahu periode 2016-2019, Yoav Horowitz, saat diwawancara

Channel 12 News

, Jumat (7/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Horowitz saat ini kandidat dari partai oposisi Yashar, yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot. Ia dianggap sebagai saingan utama Netanyahu.

Horowitz mengatakan bahwa keluarga Netanyahu ikut campur dalam keputusan keamanan negara, dan pada dasarnya tidak ada pemisahan antara Netanyahu dan istrinya, Sara.

“Sara Netanyahu dan Bibi Netanyahu adalah satu. Tidak mungkin memisahkan mereka,” katanya kepada jaringan televisi tersebut. Ia menyebut putra Netanyahu, Yair, yang dikenal karena membuat pernyataan provokatif, sebagai “faktor lain” dalam lingkaran perdana menteri.

Pada suatu saat, ia menceritakan, seorang staf dari Kantor Perdana Menteri menyampaikan tuntutan agar semua karyawan menandatangani sumpah setia kepada keluarga Netanyahu.

“Tuntutan akan loyalitas pribadi selalu ada sepanjang waktu. Itu semacam obsesi,” katanya.

Dia menambahkan, “Salah satu staf kantor datang kepada saya dan mengatakan ada tuntutan dari pihak keluarga (yaitu keluarga Netanyahu) agar semua staf kantor menandatangani surat pernyataan kesetiaan kepada keluarga Netanyahu.”

Horowitz mengeklaim Netanyahu mendukung tuntutan tersebut, tetapi menolak untuk melaksanakannya.

Horowitz mengatakan, mengulangi klaim yang pernah ia buat sebelumnya, bahwa Netanyahu anti-demokrasi dan menjalankan pemerintahan otoriter.

“Ketika ada pemerintahan satu orang, dan orang-orang takut dan gentar, gagasan tentang aturan, hukum negara, tidak ada,” katanya.

“Sejak 2019, sebenarnya tidak ada demokrasi di Israel. Ada Kantor Perdana Menteri yang sepenuhnya mengendalikan Knesset, yang telah merusak sistem peradilan, mengambil alih kepolisian, dan tidak ada mekanisme pengawasan dan keseimbangan,” Horowitz menambahkan, dikutip dari Times of Israel.

(imf/bac)

[Gambas:Video Islam Republic]

Baca lagi: KELANA Tiba di Yogyakarta, Gen Z Belajar Langsung Transisi Energi

Baca lagi: Kronologi Kapal Penyelundup 1,3 Ton Narkotika Ditangkap di Laut Kepri

Baca lagi: Airlangga Kasih Sinyal Mobil Hybrid Tak Dapat Insentif

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: