
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Militer
Yordania
pada Senin (31/8) mengeklaim berhasil mencegat delapan rudal
Iran
ke wilayah mereka.
Klaim tersebut disampaikan tak lama setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan serangan terhadap target-target militer AS di kerajaan yang merupakan sekutu Washington tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sistem pertahanan udara mencegat delapan rudal yang memasuki wilayah udara Kerajaan pada dini hari ini, Senin,” demikian bunyi pernyataan yang mengutip juru bicara militer.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebelumnya mengeklaim telah menggempur dua pangkalan militer AS di Yordania pada Senin. Serangan rudal-rudal tersebut sebagai balasan atas serangan AS ke Pulau Larak di Selat Hormuz.
Teheran menargetkan pangkalan King Hussein dan Al Azraq dengan rudal balistik.
“(Serangan ini) menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta lokasi penempatan fighter,” demikian keterangan IRGC, seperti dikutip
Al Jazeera
.
“Agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh dalam upaya melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Setiap serangan juga akan menerima balasan yang lebih menghancurkan,” lanjut IRGC.
AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah jeda sebulan. Pasukan AS membombardir salah satu pulau kecil di Selat Hormuz dalam serangan terbaru mereka.
“Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur (rudal) milik Iran di Pulau Larak,” ujar juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), seperti dikutip dari AFP.
(bac)
Baca lagi: Putus Asa, Keluarga Pasang Foto Korban Banjir Nepal yang Hilang
Baca lagi: FOTO: Tahun Lalu Kena Cancel, Gal Gadot Kembali Eksis
Baca lagi: Indonesia vs Malaysia U-20: Nova Wanti-wanti Tak Anggap Enteng Lawan


