
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Menteri Luar Negeri
Iran
Abbas Araghchi
menegaskan bahwa negaranya tidak akan lagi menerima kesepakatan gencatan senjata.
Iran, sebaliknya, ingin perang dihentikan sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuntutan Iran tersebut telah disampaikan Araghchi kepada para mediator. Ia menekankan bahwa komunikasi dengan para mediator terus dilakukan.
Pernyataan Araghchi ini muncul di tengah perselisihan Amerika Serikat dan Iran mengenai kesepakatan sebelumnya.
Kedua belah pihak membatalkan nota kesepahaman (MoU) damai yang ditandatangani pada Juni lalu.
Setelah tenggat waktu MoU berakhir, pada Rabu (19/8), Presiden AS Donald Trump mengumumkan “operasi ekonomi dahsyat” terhadap Iran yang diklaim belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang menawarkan bantuan kepada Iran akan dapat ganjaran berat.
“Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump di Truth Social.
“Orang-orang gila ini sedang terdesak hebat, dan langkah-langkah bersejarah ini akan melumpuhkan mereka serta kemampuan mereka dalam menyebarkan teror ke seluruh dunia,” tukasnya.
(bac/blq/bac)
Baca lagi: Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS Kamis Sore
Baca lagi: FOTO: Dampak Panas Ekstrem Terhadap Pola Kerja Petani Jepang
Baca lagi: Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS Kamis Sore




2 Responses
Artikel ini sangat menarik karena informasi yang disampaikan cukup lengkap dan mudah dipahami. Saya mendapatkan wawasan baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Terima kasih sudah membagikan konten yang bermanfaat seperti ini. Jangan lupa mengunjungi ULTRARUBY.
Makasih banyak udah share postingan sekeren ini. Nah, buat yang penasaran dan mau ulik fitur serta layanannya secara langsung, cus langsung cek di untung88 situs sekarang.