
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Washington
merilis teks kerangka kerja trilateral antara Israel,
Lebanon
, dan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/3), yang bertujuan mengakhiri konflik di wilayah tersebut.
Rancangan kesepakatan berisi 14 poin yang ditandatangani di ibu kota AS itu memuat sejumlah butir penting, mulai dari perlucutan senjata hingga zona percontohan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin pertama dalam kesepakatan adalah Israel dan Lebanon, dengan dukungan AS, menyatakan “tujuan bersama untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang langgeng.”
Kedua negara bertetangga itu “menyatakan niat untuk mengakhiri konflik secara tuntas, mengatasi akar penyebabnya, dan secara resmi mengakhiri segala kondisi perang di antara mereka.”
Kemudian, rancangan kesepakatan ini juga bertekad membuat “kemajuan yang tidak dapat dibalikkan” dalam menyelesaikan seluruh permasalahan antara Israel dan Lebanon melalui perundingan bilateral langsung dengan mediasi AS.
Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) akan memulihkan kedaulatan efektif atas seluruh wilayah Lebanon, dengan syarat perlucutan senjata terverifikasi terhadap kelompok bersenjata non-negara dan pembongkaran infrastruktur terkait.
Kondisi itu yang kemudian akan memungkinkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan penarikan bertahap dari wilayah Lebanon.
Poin berikutnya adalah LAF akan secara bertahap mengambil alih tanggung jawab keamanan penuh di zona-zona percontohan, yang berfungsi sebagai mekanisme penarikan IDF secara bertahap dan terverifikasi.
Dua zona awal telah disepakati kedua pihak, sementara zona berikutnya ditentukan berdasarkan persetujuan bersama.
Setelah perlucutan senjata kelompok non-negara dikonfirmasi, LAF akan mengambil alih seluruh tanggung jawab keamanan di zona-zona tersebut.
“Upaya rekonstruksi yang didukung secara internasional akan dimulai, dan warga sipil Lebanon akan dapat kembali dengan aman ke daerah-daerah ini di bawah kendali eksklusif otoritas negara Lebanon,” bunyi kesepakatan tersebut, dilansir AFP.
Lebih lanjut, Pemerintah Lebanon dalam kesepakatan ini menegaskan kembali komitmennya untuk memulihkan kedaulatan penuh atas wilayahnya, membangun kembali monopoli negara atas penggunaan kekuatan, serta memastikan seluruh kelompok bersenjata non-negara tidak memiliki peran militer maupun keamanan di mana pun di Lebanon.
Israel dan Lebanon juga sepakat membentuk kelompok-kelompok kerja untuk menyusun perjanjian perdamaian dan keamanan komprehensif, serta segera membuka jalur keterlibatan langsung yang difasilitasi AS.
Di sisi lain, Israel menegaskan bahwa aksi militernya di Lebanon semata-mata merupakan respons atas serangan dan ancaman dari kelompok bersenjata non-negara, khususnya Hizbullah.
Berakhirnya ancaman ini disebut akan menghilangkan kebutuhan apa pun bagi kehadiran atau tindakan militer IDF di Lebanon di masa depan.
Israel juga menekankan bahwa pemerintahnya “tidak memiliki ambisi teritorial di Lebanon.”
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: BMKG Rilis Daftar Wilayah RI Berpotensi Hujan Hari Ini
Baca lagi: FOTO: Rayakan Tahun Baru Islam, Kemenag Gelar Nikah Massal di Jakarta
Baca lagi: Jaksa New York Cabut Dakwaan Pemerkosaan ke Harvey Weinstein



4 Responses
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://cve.cert.hr/cve/CVE-2009-2450 yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://absurdy.panoptykon.org/comment/50828 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://www.seebug.org/vuldb/ssvid-4434 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://mail.tudomuaban.com/chi-tiet-rao-vat/2366135/bong88living.html yang cukup menarik.