
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Presiden
Iran
Masoud Pezeshkian
sedang berkunjung ke Irak ketika serangan baru Amerika Serikat menghantam sejumlah titik di selatan negaranya pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.
Stasiun televisi pemerintah Iran,
IRIB
, melaporkan Pezeshkian saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke Teheran dari Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pezeshkian sebelumnya melakukan perjalanan ke Kota Najaf di Irak untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman mendiang eks Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung selama sepekan.
Iring-iringan jenazah Khamenei baru tiba di Kota Najaf ketika serangan AS berlangsung.
Sementara itu, dilansir
Islam Republic
, kantor berita pemerintah
IRNA
melaporkan Pezeshkian meninggalkan Najaf pada Rabu dini hari waktu setempat setelah menyelesaikan kunjungannya ke Irak.
Upacara pemakaman Ali Khamenei sendiri masih akan berlangsung sampai Kamis (9/7), di mana jenazahnya akan dikirim kembali ke Iran tepatnya kampung halamannya di Mashhad untuk dikebumikan di kompleks Makam Imam Reza.
Serangan terbaru AS ini diluncurkan ketika kedua negara sedang gencatan senjata dan sudah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang. Rentetan suara ledakan dilaporkan terdengar di berbagai lokasi di sekitar Selat Hormuz, termasuk Pulau Qeshm dan Pelabuhan Sirik.
Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan serangan ini merupakan respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz baru-baru ini.
“Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata,” demikian pernyataan CENTCOM di X seperti dikutip Al Jazeera.
Menurut seorang pejabat AS, Iran menembaki tiga kapal komersial pada Selasa di perairan teritorial Oman dekat Selat Hormuz. Pejabat itu menyatakan serangan tersebut adalah “pelanggaran berat” terhadap MoU damai yang diteken pada 17 Juni lalu.
Dikutip
Islam Republic
, seorang pejabat AS menuturkan serangan terbaru Amerika ini merupakan “akibat langsung dari aksi terorisme internasional yang dilakukan Iran di Selat Hormuz.
“Pihak Iran mengetahui konsekuensi dari tindakan mereka yang tidak masuk akal itu, tetapi mereka tetap memilih untuk melancarkan serangan-serangan tersebut,” ujar pejabat itu.
“Ini adalah hukuman. Dan ini tidak akan segera berakhir.”
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: Sinopsis The Husband, Misteri Suami Buron usai Istri Diculik
Baca lagi: Ketua DPRD Tegaskan Usul Ubah Jabar Jadi Tatar Sunda Belum Disetujui
Baca lagi: Persib Tunda Latihan Perdana: Pemain Sakit hingga Isu Penerbangan




3 Responses
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/comment/262789 tadi.
Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=294845 rekomen banget buat nambah referensi.
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://kldp.org/comment/254329 juga mengulas hal serupa.