![]()
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Korps Garda Revolusi Islam
Iran
(IRGC) menyatakan pasukan angkatan laut dan udaranya telah melancarkan operasi gabungan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi di “fasilitas militer penting milik Amerika Serikat” di Timur Tengah.
Rentetan serangan gabungan ini merupakan balasan atas serangan udara terbaru AS ke sejumlah wilayah di selatan Iran dekat Selat Hormuz pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip
Al Jazeera,
IRGC mengatakan serangan tersebut menghantam pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.
Dalam keterangan terpisah, militer Kuwait mengumumkan sedang merespons “serangan rudal dan drone musuh”. Kuwait mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Dalam sebuah pernyataan dikutip
Islam Republic
, militer Kuwait menegaskan setiap ledakan yang terdengar di berbagai wilayah negara itu merupakan hasil dari upaya pencegatan yang berhasil.
Selain Kuwait, sirene peringatan serangan udara juga meraung-raung di Bahrain.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau masyarakat untuk “tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat”.
Dikutip
Al Jazeera
, IRGC Iran menyebut serangan balasan itu sebagai “respons awal” atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan Perjanjian Islamabad oleh AS.
Sebab, serangan terbaru AS yang menyasar pangkalan-pangkalan pesisir dan fasilitas nonmiliter di Hormozgan dan Mahshahr pada Selasa malam itu berlangsung kala Teheran dan Washington sedang gencatan senjata. AS dan Iran juga telah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di Swiss beberapa pekan terakhir.
IRGC juga menuturkan serangan AS ini berlangsung di tengah prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menuduh Washington berusaha mengalihkan perhatian dari “peristiwa bersejarah” tersebut.
Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang memicu perang dengan Iran pecah hingga hari ini.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: Pelatih Mesir: Piala Dunia Sudah ‘Diarahkan’ untuk Argentina
Baca lagi: Mensos Dorong Kepala Sekolah Rakyat Tingkatkan Kapasitas Diri




2 Responses
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://kldp.org/comment/352042 juga.
Bahasanya mudah dimengerti banget buat pemula kayak saya. Kemaren sempet nyari-nyari juga dan nemu https://kldp.org/comment/258502 yang bahasannya sejalur sama ini.