
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Presiden Turki
Recep Tayyip Erdoğan
bukan saja penggemar sepak bola, tapi juga pernah menjadi pemain dan tergabung dengan klub.
Pengakuan itu sudah diceritakan Erdogan cukup lama ketika diwawancara televisi olah raga NTVSport pada 2017 silam. Namun menarik melihat perjalanan masa kecil Erdogan, yang kini menjadi tuan rumah pertemuan NATO.
“Perjalanan karier sepak bola saya dimulai sejak usia 15,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu terjadi pada tahun 1970-an, ketika dia masih sangat muda dan berambisi. Kala itu Erdogan masuk ke klub Camialty, kemudian pindah IETT Sport. Di klub Erdogan tampil sebagai pemain depan.
Namun sayang, ayahnya kurang mendukung aktivitas sang anak meski ibunya tidak mempermasalahkan.
“Ibu saya tidak pernah mengeluh tentang itu. Dia biasa mencuci dan menyetrika jersey saya. Namun, saya hampir tidak bisa meyakinkan ayah saya. Dia selalu mengatakan bahwa saya harus belajar. Dia baru tahu belakangan bahwa saya bermain sepak bola di klub,” katanya dikutip dari laman dailysabah.com.
Akhirnya Erdogan memilih melanjutkan sekolah hingga kuliah.
Namun saat ini, dia bisa meyakinkan semua atlet bahwa antara main sepak bola dan belajar bisa berjalan seiring.
“Saat ini kami memberi tahu para atlet kami bahwa mereka dapat belajar dan berolahraga secara bersamaan,” tambahnya.
Erdogan menekankan pentingnya fair play, dengan mengatakan, “Sepak bola adalah cara yang bagus untuk menyatukan orang. Ini tentang fair play. Sayangnya, kita belum mampu mewujudkan hal itu di negara ini. Saya ingin meminta klub-klub sepak bola dan penggemar Turki untuk menghormati aturan fair play.”
Kini Erdogan menjadi presiden Turki sejak 28 Agustus 2014. Sebelum menjadi presiden, ia telah lebih dulu memimpin negara tersebut sebagai Perdana Menteri dari tahun 2003 hingga 2014.
Timnas Turki salah satu kekuatan sepak bola Eropa yang tampil di Piala Dunia 2026. Timnas Turki dikenal mengandalkan perpaduan pemain berpengalaman dan generasi emas baru.
Skuad terkini mereka diperkuat oleh talenta-talenta cemerlang yang bermain di liga top Eropa seperti penjaga gawang Altay Bayındır dan Mert Günok. KemudianpPemain tengah Arda Guler, Hakan Çalhanoğlu, Kerem Akturkoglu, dan Kenan Yildiz.
(imf/dna/bac)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Produser Lagu Mariah Carey Gugat Sony Music Bayar Royalti Rp324 M
Baca lagi: Anomali Harga Mobil Listrik Baru di Jepang Cuma Rp60 Jutaan
Baca lagi: Justin Bieber-BTS Tampil di Debut Halftime Show Final Piala Dunia 2026




5 Responses
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://kldp.org/comment/255944 karena mirip-mirip pembahasannya.
Bahasanya mudah dimengerti banget buat pemula kayak saya. Kemaren sempet nyari-nyari juga dan nemu https://kldp.org/comment/258502 yang bahasannya sejalur sama ini.
Insightful banget bacanya pagi-pagi gini. Kalau ada yang penasaran sama studi kasus lainnya, coba deh intip https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200924322 di situ lengkap juga.
Sebuah ulasan yang sangat eksklusif, mencerminkan kematangan intelektual serta jam terbang tinggi sang konseptor https://crookedtimber.org/page/761/?chocaid=397
Penulis menata klasifikasi penjelasan dengan sangat rapi, menghindarkan pembaca dari miskonsepsi penafsiran materi asli. https://crookedtimber.org/author/chris-bertram/page/115/