
Jakarta, Islam Republic Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
menyentil Perdana Menteri
Israel
Benjamin Netanyahu yang ngotot ingin melanjutkan perang dengan Iran.
Dalam wawancara dengan
The New York Times
, Trump mengatakan Netanyahu mestinya bersyukur karena AS berupaya keras menghentikan perang dengan Iran menggunakan syarat program nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, jika tidak demikian, Israel menurutnya tak akan selamat dari gempuran Iran, apalagi dengan kondisi Iran memiliki kapasitas uranium nyaris selevel senjata nuklir.
“Dia orang yang sangat sulit,” kata Trump soal Netanyahu kepada
The New York Times
, Minggu (14/6).
“Sejujurnya, dia harusnya bersyukur kepada kami karena melakukan ini (menghentikan pertempuran). Karena jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan dalam dua jam,” lanjutnya.
Trump pada kesempatan itu juga menegaskan bahwa kesepakatan dengan Iran mesti tercapai jika Teheran tak mau diserang lagi oleh Washington.
Pada Minggu, Trump mengumumkan di
Truth Social
bahwa perundingan kesepakatan damai AS-Iran akhirnya telah selesai. Penandatanganan kesepakatan itu akan dilakukan secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6) ini.
Kepada
The New York Times,
Trump memastikan kesepakatan ini akan mencakup nol tarif terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Islam Republic]
Baca lagi: Kejagung Bantah Geledah Rumah Kepala BGN Nanik di Kasus Korupsi MBG
Baca lagi: SUV T2 Masih Jadi Tulang Punggung Penjualan Jetour Indonesia




One Response
Penjelasan yang disampaikan dalam artikel ini sangat jelas dan mudah dimengerti. Informasi yang diberikan mampu menambah pengetahuan serta memperluas wawasan pembaca. Terima kasih atas artikel yang berkualitas ini. Jangan lupa mengunjungi https://www.tunesbank.com/ar/apple-music/convert-apple-music-to-mp3.html